2

What did GrapeSEED Global Trainer say?

 

IMG_8784 -marius in Jo's class 2

Love To Learn is GrapeSEED‘s first model school in Indonesia. They offer a great environment for the students and the teachers and they are doing a wonderful job supporting the teachers with training and guidance. The students at Love To Learn have improved visibly in the past 6 months.

 

IMG_8783 - marius in Jo's classThey are more confident and they spontaneously and naturally speak English. They love coming to me and conversing with me in English.

The teachers at Love To Learn are enthusiastic about the curriculum and they care about the students. Their professional development as teachers shows that they want the best for these students.

I’m happy to be involved with Love To Learn. I’ve been teaching GrapeSEED English for years, and I know of no other curriculum that compares with its quality. We are now teaching students in 16 countries, including in the USA, Japan, and South Korea. I’m excited about what GrapeSEED is doing for the students everywhere!”

(Mr. Marius van Broekhuizen – GrapeSEED Global Trainer – on his second visitation to Love To Learn, April 15-26, 2013)

0

Hal-hal Yang Harus Diucapkan Kepada Anak-anak Kita

Ada banyak hal yang tidak seharusnya kita katakan kepada anak-anak kita, dan ada banyak juga hal-hal yang harus kita ucapkan berulang-ulang kepada mereka. Kebanyakan dari perkataan itu bisa diaplikasikan berapapun usia anak-anak kita. Entah mereka berusia 2 tahun atau 50 tahun, kita bisa dan harus tetap mengatakannya kepada mereka. Walaupun begitu ada juga kata-kata yang hanya bisa diucapkan secara khusus di usia tertentu, misalnya di atas 2 tahun, atau juga mungkin tidak bisa kita ucapkan jika kita adalah orang tua tunggal.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diucapkan kepada anak-anak kita:
Saat anak melakukan kesalahan:
 Saya mencintaimu, tapi saya akan tetap menghukummu.
 Tidak peduli apapun yang kamu perbuat, kamu akan tetap menjadi anak saya.
 Ya, saya memaafkanmu, kamu memang salah tapi kamu tetap sangat istimewa buat saya.
 Khususnya untuk anak laki-laki : Jangan pernah memperlakukan ibumu tanpa rasa hormat.
 Tidak ada satu hal pun yang akan membuat kamu kehilangan kasih saya.
 Tidak apa-apa jika kamu melakukan kesalahan. Saya juga melakukan kesalahan.
 Kamu tidak akan bisa melakukan suatu hal yang sangat buruk yang membuat Tuhan mengabaikan dirimu.

Saat kita melakukan kesalahan:
 Maukah kamu memaafkan saya? Saya salah.
 Ayah dan Ibumu tidaklah sempurna, tapi kami mengasihimu tanpa syarat.
 Bisakah kita bicara?

Saat anak memerlukan perhatian/ pengakuan kita:
 Ya, saya akan hentikan apa yang saya kerjakan sekarang untuk bermain bersama kamu.
 Tidak, saya tidak terlalu sibuk.
 Kamu yang gambar? Wow, luar biasa!
 Saya bangga sekali padamu.
 Kamu punya begitu banyak talenta. Bisakah saya menolongmu untuk menggunakan talenta itu?
 Ya, saya akan menolongmu.
 Kamu sangat berharga buat saya.

Saat anak memerlukan penghiburan/penguatan atau kapan saja:
 Saya mencintaimu dan akan selalu mencintaimu.
 Kamu aman bersama saya.
 Tidak ada masalah yang terlalu besar yang tidak bisa kamu bicarakan dengan saya.
 Tidak masalah jika kamu memang harus marah.
 Tidak peduli dimanapun kamu berada atau apapun juga yang kamu lakukan, jika ada suatu masalah, telpon saya. Saya akan segera datang menghampirimu.
 Khususnya untuk anak perempuan : Kamu lebih berharga daripada permata.
 Khususnya untuk anak perempuan: Kamu adalah putriku, dan akan selalu begitu.
 Khususnya untuk anak perempuan : Kamu cantik. Jangan biarkan seorangpun mengatakan kepadamu kalau kamu tidak cantik.
 Khususnya untuk anak laki-laki : Tidak apa-apa jika kamu memang harus menangis.

Saat anak mempertanyakan kebijaksaan orang tua:
 Ayahmu adalah pemimpin dalam keluarga ini, ikutilah kata ayah apabila ayah mengatakan “tidak”, walaupun ibu mengatakan “ya”. Ibu juga harus tunduk kepada ayah.
 Saya tidak peduli jika temanmu melakukan itu. Saya orang tuamu, bukan orang tua mereka.
 Saya selalu mau yang terbaik untukmu.

Nasihat yang akan membawanya kepada kehidupan:
 Hormatilah Tuhan dalam segala tingkah lakumu
 Belajarlah untuk taat kepada orang tua sebagai wakil Tuhan.
 Khususnya untuk anak laki-laki : Berjuang untuk dirimu sendiri.
 Khususnya untuk anak laki-laki : Bertarunglah untuk hal-hal yang bernilai kekekalan.
 Khususnya untuk anak laki-laki : Berjuanglah untuk mereka yang tidak bisa membela diri mereka sendiri.
 Kasihilah mereka yang tidak dikasihi orang lain.
 Kasihilah orang lain lebih daripada kau mengasihi dirimu sendiri.
 Kasihi dan hargai mereka yang tidak mengasihi atau menghargai dirimu.
 Layani orang lain seakan-akan hidupmu tergantung dari hal itu.
 Belajarlah untuk menghargai otoritas di atasmu. Hidupmu akan jauh lebih mudah jika kamu melakukannya.
 Jadilah teman yang baik. Pasti kamu akan disukai orang.

Ajakan yang mengakrabkan:
 Ayo pergi ke gereja.
 Ayo kita berdoa.
 Mari kita jalan-jalan.
 Mari berkencan! (ayah kepada anak perempuan, ibu kepada anak laki-laki)

Referensi: TIOC-The Next Level

6

Tips Mendidik Anak Menjadi Anak Yang Berani

Dengan pemahaman yang sangat terbatas, si kecil sangat membutuhkan rasa aman terhadap sekelilingnya. Anak yang terbiasa ditakut-takuti parents atau orang di sekelilingnya, akan tumbuh menjadi anak yang penakut. Berikut ini adalah tips untuk mendidik anak menjadi anak yang berani:

IMG_0571

Tanamkan konsep yang benar

Si kecil perlu ditanamkan berulang kali bahwa ada Tuhan yang selalu melindungi mereka, karena mereka disayang Tuhan. Ajaklah si kecil untuk berdoa dan meminta perlindungan Tuhan setiap hari. Dengan demikian, si kecil akan merasa aman dalam perlindungan Tuhan, dan tumbuh dengan sikap yang positif.

Parents tidak perlu memperkenalkan kepada si kecil kosakata hantu, pocong, dkk. Ketidak-tahuan anak mengenai hal tersebut membuatnya tidak perlu merasa takut. Tak kenal maka tak takut. Parents perlu mensensor film apa yang boleh dilihat anak, termasuk film apa yang pantas parents tonton apabila ada si kecil. Lindungi anak dari melihat poster-poster film yang menyeramkan, bahkan iklan TV yang terkadang menyelipkan unsur horor.

Si kecil tidak akan takut menghadapi kegelapan apabila orang di sekelilingnya tidak menanamkan konsep takut akan kegelapan. Terkadang tanpa sadar, parents atau pengasuh menakuti si kecil dengan mengatakan, “Jangan naik ke sana, iiihhhh…. di sana gelap”. Apabila anak takut gelap, katakanlah, “O…kalau gelap, nyalakan lampu saja, pasti gelapnya langsung jadi terang”

Pengalaman Pribadi Saya :

Suatu hari anak saya yang waktu itu duduk di kelas TK A menanyakan saya ketika pulang sekolah, “Mami, hantu apa sih?” Ternyata dia baru pertama kali mendengar tentang kosakata itu dari teman sekelasnya. Saya kemudian menjelaskan, “Hantu itu takut sama Tuhan, jadi kalau ada Tuhan di hati kita, hantu tidak akan berani sama kita. Banyak orang berpura-pura menjadi hantu untuk mentakut-takuti orang lain. Makanya kadang-kadang di tempat rekreasi ada rumah hantu. Di film-film juga ada banyak orang yang pakai kostum supaya seram kayak hantu, padahal itu hanya boongan. Jadi kamu ga usah takut.”

Sewaktu dia berumur 8 tahun, dia bisa menenangkan adiknya yang tidak sengaja melihat iklan film kartun yang menampilkan sosok orang tertutup kain putih semua, “itu dalamnya orang, ga usah takut”

Melatih, dan memberi anak sebuah tantangan

Membangun rasa percaya diri anak

Membangun rasa percaya diri si kecil bisa dilakukan sejak anak mulai mendapat aktivitas di sekolah. Rasa percaya diri tidak muncul dengan sendirinya, oleh karena itu rasa confidence ini harus dibangun oleh lingkungan tempat dia berada, baik di rumah, maupun di sekolah. Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan oleh orang tua adalah dengan mendukung kreativitasnya, seperti turut mengikut sertakan anak pada performance sekolah misalnya. Berikan pujian kepada anak bila dia mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, namun berikan pujian dengan tidak berlebihan agar anak merasa nyaman. Selain itu, bila orang tua terlalu sering memuji atau memberikan pujian berlebih, anak akan jadi sulit membedakan akan hal yang bersifat umum dan memang layak untuk dipuji.

IMG_20150909_172028_20150909172117508

Menghadapi kematian keluarga dekat

Si kecil pasti merasa sangat kehilangan dan mempunyai banyak pertanyaan seputar kepergian keluarga dekat mereka seperti opa/oma yang begitu mengasihi mereka. Banyak anak menjadi takut berkelebihan sehingga tidak berani ke kamar mandi seorang diri walaupun di siang hari. Parents dapat menghindari hal demikian terjadi dengan penjelasan yang sederhana yang dapat dimengerti si kecil, dan menanamkan kenangan manis saja mengenai opa/omanya dalam memori si kecil.

Pengalaman pribadi saya:

Papa saya meninggal ketika cucu-cucunya baru berusia 2.5 dan 6 tahun. Saya ingin mereka mempunyai kenangan yang indah saja mengenai opa mereka, sehingga saya tidak membawa mereka ke rumah duka, sebelum peti jenazah ditutup. Saya ingin mencegah mereka melihat keadaan opa mereka yang terbujur kaku dengan bentuk/warna wajahnya yang sudah berubah sehingga cenderung menakutkan. Harapan saya adalah supaya anak-anak saya hanya merekam dalam memorinya wajah opa mereka selagi hidup, yang selalu tersenyum bermain dengannya, sehingga mereka tidak akan merasa takut apabila dia teringat opanya ataupun ketika melihat foto opanya terpajang di dinding. Saya menjelaskan bahwa opa sudah diajak Tuhan ke surga untuk tinggal bersama Tuhan, kita akan bertemu lagi di kemudian hari di surga. Peti jenazah yang mereka lihat hanyalah treasure box yang berisi kenangan-kenangan tentang opa. Treasure box disimpan dalam tanah, dan perlu kita jenguk sekali-kali untuk mengenang opa dan sekaligus memastikan treasure boxnya aman dan dipelihara dengan baik. Alhasil, sepeninggal opanya pun anak-anak saya tidak menjadi anak yang penakut kemana-mana dan selalu gembira apabila saya ajak berkunjung ke kuburan opanya. (SA)

0

Tips Mendidik Anak Menjadi Kreatif

Si kecil memiliki daya kreativitas yang tinggi tentunya menjadi impian para parents. Ketika melihat si kecil bertanya-tanya dan bertingkah laku dengan kreativitas tentu akan menimbulkan kebahagian sendiri bagi parents. Berikut ini tips mendidik anak untuk menjadi kreatif dalam kesehariannya :

Memberikan ruang gerak pada anak

Sifat alami anak adalah tidak suka dibatasi dan selalu ingin mencoba hal-hal baru. Saat si kecil dikekang dengan peraturan ini-itu, ia akan menjadi sosok yang takut melakukan sesuatu karena larangan-larangan yang selalu parents sampaikan kepadanya. Oleh sebab itu, biarlah si kecil bergerak sesuai keinginannya dalam pengawasan parents agar kreativitasnya tidak membahayakan atau bersifat merusak.

Memberikan pengarahan yang logis

Si kecil yang kreatif identik dengan karakter aktif; karakter aktif memiliki kecenderungan intelegensi yang tinggi. Sehingga mendidik anak menjadi kreatif dapat dilakukan dengan mengarahkan si kecil dengan hal yang logis dan positif.

Menenangkan diri sebelum menasehati anak

Seringkali parents menasehati si kecil dengan melibatkan emosi. Jika demikian, si kecil bukannya jera malah akan semakin membangkang atau menjadi sosok pendiam dengan kreativitas rendah. Tenangkanlah diri dulu sebelum menasihati agar si kecil lebih nyaman sehingga apa yang mau parents sampaikan bisa diterima dengan lebih mudah.

Sabar dan tekun dalam mendidik anak

Si kecil terkadang berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Hendaklah parents tidak bosan dalam membenarkan dan meluruskan kesalahan si kecil. Hal ini akan membuka wawasan dan kreativitas si kecil tentang bagaimana ia harus berperilaku.

Mengisi liburan dengan kreatif

Sesekali ajaklah si kecil berlibur ke tempat yang unik, seperti tempat outbond, sentra kerajinan tangan, tempat wisata alam, dll. Carilah referensi tempat-tempat baru agar si kecil terus mendapatkan masukan yang baru.

Mengajarkan permainan yang kreatif

Salah satu cara mendidik anak menjadi kreatif adalah melalui permainan.  Ajarlah permainan yang mengasah kreativitas si kecil. Di era modern ini, ada banyak referensi yang bisa parents dapatkan dari buku, majalah maupun internet.

Sumber : perempuan.com

0

Enrollment Info

We are currently accepting enrollments for 2 – 4 years old children!
Please contact us for scheduling options and tuition information.

We invite you and your child to visit the center, meet our teachers, and become familiar with our welcoming atmosphere.  Our center uses a theme-based curriculum which keeps learning fun and interesting.  We use only world-widely proven curriculum.  All staff are certified teachers.

Our enrollment process is easy!  If you find that our center will meet you and your child’s needs, simply complete and return our enrollment forms, which are available at the center or forms can be mailed to you.

Please do not hesitate to contact the center with any questions or concerns you may have. We look forward to hearing from you!  Please feel free to visit us at anytime- no appointment is necessary!

0

Our Program’s Philosophy

 

 The goal of Love to Learn Preschool is to provide a welcoming learning environment.

 Love To Learn makes every effort possible to care for the individual needs of all learners.

 We believe that each child is a unique individual.

 

1a3dc8f6304b348b25f159847eac7f56_philosophy-clipart-teaching-philosophy-pencil-and-in-color-_711-220

 

 We are sensitive to a child’s social, emotional, intellectual, and physical needs.

 We provide developmentally appropriate curriculum that focus on the process of learning and help children enjoy successful experiences.

We encourage not just learning, but also the LOVE OF LEARNING!