NEW TIPS: Bagaimana Mengatasi Anak Cemburu dengan Kakak atau Adiknya?

Bagaimana mengatasi anak cemburu dengan kakak atau adiknya?

you speak my love languange

Saya ingin membagikan pengalaman pribadi saya dalam membesarkan 3 anak yang berjarak usia 4 tahun. Berkat anugrah Tuhan, kehamilan saya berjalan sesuai dengan rencana saya, yang berniat memberi jarak yang cukup jauh antara kehamilan anak pertama dan anak kedua, demikian pula dengan yang ketiga, dengan pertimbangan supaya si anak merasa puas mendapat semua perhatian hanya kepada dia dalam 4 tahun pertama usianya dan supaya dia cukup siap menghadapi kehadiran si adik yang membuat dia harus puas berbagi perhatian orang tuanya.

Ternyata dengan antisipasi yang saya lakukan sekalipun, kadang kala ada saja rasa cemburu yang timbul dalam diri anak-anak saya terhadap satu sama lain. Suatu hari saya dikejutkan oleh si bungsu yang bertanya kepada saya, “Do you love me, mommy?” dengan mata berkaca-kaca, persis setelah dia melihat saya memuji dan mencium kakaknya yang mendapat prestasi baik di sekolah. Padahal setiap hari, saya paling sering memeluk, mengendong, mencium, dan berguling-gulingan dengan dia (karena sibungsu masih berusia 4 tahun dan masih suka diperlakukan seperti itu)

Kejadian tersebut sangat mengangetkan saya, karena selama ini saya mengira bahwa hanya si sulung dan si tengah yang merasa cemburu dengan si bungsu, yang biasanya berhubungan dengan beberapa pengecualian yang saya buat untuk dia mengingat usianya yang masih kecil, dibanding kedua kakaknya. Kakak-kakaknya sering cemburu melihat adiknya boleh bermain lebih banyak, tidak perlu belajar buat test ataupun PR, dan beberapa perlakuan khusus lainnya sesuai usianya yang masih balita, terutama ketika mereka harus mengalah kepada si bungsu dalam hal berebut mainan atau channel TV.

Saya berharap dapat membagikan kasih saya kepada anak-anak sedemikian rupa, sehingga masing-masing anak dapat merasakan bahwa dirinyalah yang paling disayang. Berikut ini ada beberapa tips yang saya sendiri telah dan sedang saya praktekkan (semoga dapat membantu para orang tua dalam mengatasi kecemburuan antar anak):

  1. Pada saat mempersiapkan kehamilan dan selama proses kehamilan:
  • libatkan sang kakak, ajak dia berdoa bersama untuk adik dalam kandungan, dan untuk berbicara kepada adik melalui perut ibu yang membesar
  • beri pujian apabila dia menunjukkan kepeduliannya, bahwa dia adalah kakak yang baik dan adiknya akan sangat beruntung mempunyai kakak yang seperti dia.
  • beritahu berkali-kali dalam berbagai kesempatan mengenai beberapa perubahan yang akan terjadi seiring dengan membesarnya kandungan dan menghadapi kehadiran si adik. Misalnya: Mama mungkin ga bisa gendong kamu sering-sering lagi, karena akan berat sekali, apabila harus menggendong dede sekaligus, tapi kamu tetap bisa peluk mama kalau mau dekat-dekat mama.
  1. Setelah kelahiran:
  • Jangan pernah membandingkan 1 anak dengan yang lain, apalagi di depan si anak. Setiap anak (sekalipun kembar) adalah individu punya keunikan masing-masing dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
  • Jangan memuji hanya salah satu anak di depan kerabat. Apabila ada kerabat yang memuji hanya 1 anak di depan anak lain, maka segera berbisik dan berikan pujian kepada anak yang lain. Misalnya dengan berbisik sambil memeluk si anak: “Mama bangga padamu karena kamu selalu membantu mama. Hanya tante ini ga tau.”
  • Cari tahu apa bahasa kasih masing-masing anak. Berikan waktu dan tenaga untuk memenuhi sebanyak dan sesering mungkin, sehingga masing-masing anak merasakan dia sangat disayang oleh orang tuanya.
  • Dr. Gary Chapman dalam bukunya The Five Love Languages: How to express Heartfelt Commitment to Your Mate, memaparkan 5 bahasa kasih yang perlu orang ketahui jika ingin hubungannya dengan pasangan atau dengan anak-anak menjadi langgeng:
  1. Kata-kata pendukung
  2. Saat-saat berkesan
  3. Hadiah-hadiah
  4. Pelayanan
  5. Sentuhan fisik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s